Tampilkan postingan dengan label security. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label security. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 Juni 2010

Hacker Bukan Cracker

Hacker Bukan Cracker. Bagi anda yang sering berkecimpung di dunia Komputer dan Internet atau sebagian besar orang awam pasti sudah pernah mendengar istilah Hakcer/Cracker atau bahkan anda sendiri adalah seorang Hacker?.

Bila kita membicarakan tentang dunia keamanan komputer, kedua istilah antara Hacker dan Cracker seolah tidak bisa terlepaskan. Namun masalahnya sebagian besar orang masih rancu atau orang jawa bilang salah kaprah dengan kedua istilah tersebut. Bahkan sebagian besar pemberitaan media dan kebanyakan persepsi orang istilah Hacker cenderung mengacu pada seorang kriminal di dunia komputer dan internet. 

Nah, dalam kesempatan kali ini saya ingin mencoba menerangkan perbedaan antara Hacker dan Cracker
berdasarkan pengalaman saya sendiri dan beberapa sumber. agar tidak terjadi "kesalah kaprahan" lagi tentang kedua istilah tersebut. 

1. Definisi Hacker yang saya ambil dari wikipedia:

Peretas (Inggris: hacker) adalah orang yang mempelajari, menganalisa, dan selanjutnya bila menginginkan, bisa membuat, memodifikasi, atau bahkan mengeksploitasi sistem yang terdapat di sebuah perangkat seperti perangkat lunak komputer dan perangkat keras komputer seperti program komputer, administrasi dan hal-hal lainnya, terutama keamanan.

 2. Cracker:

Cracker adalah sebutan untuk mereka yang masuk ke sistem orang lain dan cracker lebih bersifat destruktif, biasanya di jaringan komputer, mem-bypass password atau lisensi program komputer, secara sengaja melawan keamanan komputer, men-deface (merubah halaman muka web) milik orang lain bahkan hingga men-delete data orang lain, mencuri data dan umumnya melakukan cracking untuk keuntungan sendiri, maksud jahat, atau karena sebab lainnya karena ada tantangan, dendam dll. Beberapa proses pembobolan dilakukan untuk menunjukan kelemahan keamanan sistem.
Hierarki/Tingkatan Hacker:
  1. Elite
    Ciri-ciri : mengerti sistem operasi luar dalam, sanggup mengkonfigurasi & menyambungkan jaringan secara global, melakukan pemrogramman setiap harinya, effisien & trampil, menggunakan pengetahuannya dengan tepat, tidak menghancurkan data-data, dan selalu mengikuti peraturan yang ada. Tingkat Elite ini di Indonesia sering disebut sebagai ‘suhu’. 
  2. Semi Elite
    Ciri-ciri : lebih muda dari golongan elite, mempunyai kemampuan & pengetahuan luas tentang komputer, mengerti tentang sistem operasi (termasuk lubangnya), kemampuan programnya cukup untuk mengubah program eksploit. 
  3. Developed Kiddie
    Ciri-ciri : umurnya masih muda (ABG) & masih sekolah, mereka membaca tentang metoda hacking & caranya di berbagai kesempatan, mencoba berbagai sistem sampai akhirnya berhasil & memproklamirkan kemenangan ke lainnya, umumnya masih menggunakan Grafik User Interface (GUI) & baru belajar basic dari UNIX tanpa mampu menemukan lubang kelemahan baru di sistem operasi. 
  4. Script Kiddie
    Ciri-ciri : seperti developed kiddie dan juga seperti Lamers, mereka hanya mempunyai pengetahuan teknis networking yang sangat minimal, tidak lepas dari GUI, hacking dilakukan menggunakan trojan untuk menakuti & menyusahkan hidup sebagian pengguna Internet. 
  5. Lamer
    Ciri-ciri : tidak mempunyai pengalaman & pengetahuan tapi ingin menjadi hacker sehingga lamer sering disebut sebagai ‘wanna-be’ hacker, penggunaan komputer mereka terutama untuk main game, IRC, tukar menukar software prirate, mencuri kartu kredit, melakukan hacking dengan menggunakan software trojan, nuke & DoS, suka menyombongkan diri melalui IRC channel, dan sebagainya. Karena banyak kekurangannya untuk mencapai elite, dalam perkembangannya mereka hanya akan sampai level developed kiddie atau script kiddie saja.
Perbedaan Hacker dan Cracker:
Hacker:
  • Mempunyai kemampuan menganalisa kelemahan suatu sistem atau situs. Sebagai contoh : jika seorang hacker mencoba menguji situs Yahoo! dipastikan isi situs tersebut tak akan berantakan dan mengganggu yang lain. Biasanya hacker melaporkan kejadian ini untuk diperbaiki menjadi sempurna.
  • Hacker mempunyai etika serta kreatif dalam merancang suatu program yang berguna bagi siapa saja
  • Seorang Hacker tidak pelit membagi ilmunya kepada orang-orang yang serius atas nama ilmu pengetahuan dan kebaikan.
Cracker:
  • Mampu membuat suatu program bagi kepentingan dirinya sendiri dan bersifat destruktif atau merusak dan menjadikannya suatu keuntungan. Sebagia contoh : Virus, Pencurian Kartu Kredit, Kode Warez, Pembobolan Rekening Bank, Pencurian Password E-mail/Web Server.
  • Bisa berdiri sendiri atau berkelompok dalam bertindak.
  • Kasus yang paling sering ialah Carding yaitu Pencurian Kartu Kredit, kemudian pembobolan situs dan mengubah segala isinya menjadi berantakan. Sebagai contoh : Yahoo! pernah mengalami kejadian seperti ini sehingga tidak bisa diakses dalam waktu yang lama, kasus clickBCA.com yang paling hangat dibicarakan tahun 2001 lalu.
 
Contoh Kasus Hacker di Indonesia:
Pada hari Sabtu, 17 April 2004, Dani Firmansyah, konsultan Teknologi Informasi (TI) PT Danareksa di Jakarta berhasil membobol situs milik Komisi Pemilihan Umum (KPU) di http://tnp.kpu.go.id dan mengubah nama-nama partai di dalamnya menjadi nama-nama “unik”, seperti Partai Kolor Ijo, Partai Mbah Jambon, Partai Jambu, dan lain sebagainya. Dani menggunakan teknik SQL Injection(pada dasarnya teknik tersebut adalah dengan cara mengetikkan string atau perintah tertentu di address bar browser) untuk menjebol situs KPU. Kemudian Dani tertangkap pada hari Kamis, 22 April 2004.
 
Akibat yang Ditimbulakan oleh Hacker dan Cracker:

Hacker : membuat teknologi internet semakin maju karena hacker menggunakan keahliannya dalam hal komputer untuk melihat, menemukan dan memperbaiki kelemahan sistem keamanan dalam sebuah sistem komputer ataupun dalam sebuah software, membuat gairah bekerja seorang administrator kembali hidup karena hacker membantu administrator untuk memperkuat jaringan mereka.

Cracker : merusak dan melumpuhkan keseluruhan sistem komputer, sehingga data-data pengguna jaringan rusak, hilang, ataupun berubah.
 
Kesimpulan: 
Hacker menggunakan keahliannya dalam hal komputer untuk melihat, menemukan dan memperbaiki kelemahan sistem keamanan dalam sebuah sistem komputer ataupun dalam sebuah software. Oleh karena itu, berkat para hacker-lah Internet ada dan dapat kita nikmati seperti sekarang ini, bahkan terus di perbaiki untuk menjadi sistem yang lebih baik lagi. Maka hacker dapat disebut sebagai pahlawan jaringan
Sedangkan cracker dapat disebut sebagai penjahat jaringan karena melakukan melakukan penyusupan dengan maksud menguntungkan dirinya secara personallity dengan maksud merugikan orang lain.

Dengan demikian saya rasa sudah cukup jelas bahwa hackers are good but crackers are not. Pandangan yang kurang baik terhadap sebutan hacker semestinya dapat dihindari. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi kita semua. :-)
Baca Selengkapnya >>... Agregar a facebook

Jumat, 28 Mei 2010

Wow, Virus Komputer Bisa Menyerang Manusia

Percayakah Anda bahwa virus komputer juga bisa menyerang manusia? Ketika pertama kali mendengar, hal tersebut mungkin mustahil karena keduanya beda sekali secara fisik. Virus komputer hanyalah kode-kode digital buatan manusia, sementara virus penyakit bersifat organik.

Namun, serangan virus komputer ke tubuh manusia mungkin saja terjadi saat perangkat berbasis komputer menyatu dengan tubuh manusia. Misalnya, virus menyerang lengan robotik, jantung buatan, atau organ implan yang sengaja ditanam ke dalam tubuh untuk berbagai keperluan di masa depan.

Untuk mengantisipasi serangan semacam itu, Dr Mark Gasson, seorang pakar cybernetika di University of Reading, Inggris, pun melakukan uji coba. Ia membuat virus komputer dan menginfeksinya ke dalam cip radio frequency of identification (RFID) yang ditanam di bawah permukaan kulit lengannya. Percobaan ini dirancang untuk mendemonstrasikan model penyebaran virus terhadap peralatan implan yang dipakai manusia.

Peralatan berbasis RFID yang ditanam ke tubuh Gasson adalah semacam komputer mini yang memancarkan sinyal. Melalui perangkat itu, Gasson bisa mengakses sistem keamanan untuk masuk ke ruangan-ruangan Laboratorium atau mengaktifkan ponselnya. Fungsinya tak beda dengan kartu akses pada umumnya.

Saat Gasson masuk ke laboratorium, komputer yang mengatur akses ke ruangan tersebut akan membaca perangkat implannya. Itulah pintu masuk buat virus yang telah ditanamkan untuk menginfeksi komputer laboratorium. Saat koleganya juga masuk ke laboratorium, virus tersebut pun menular ke perangkat RFID orang tersebut.

Percobaan ini memperlihatkan bagaimana virus komputer dapat menular secara nirkabel antarmanusia saat ada sarana komunikasi di antara keduanya. Suatu ketika, orang yang jahat bisa saja membuat virus untuk menembus sistem keamanan daerah terlarang seperti server database universitas atau perusahaan melalui pola tersebut.

Dalam percobaan ini, pengguna implan RFID mungkin tak akan terganggu kesehatannya saat virus komputer menginfeksi perangkat di tubuhnya itu. Namun, bagaimana kalau virus tersebut menyerang implan di alat vital, misalnya alat bantu pendengaran atau jantung buatan?
Baca Selengkapnya >>... Agregar a facebook

Selasa, 25 Mei 2010

Free Hacker’s Toolbox 2010

Hacker Toolbox consists of the latest hacking tools. A profusion of hacking, cracking, phreaking tools & files will familiarize you with how hackers break into your machine and steal your information. You can also learn hacking techniques from a good collection of source codes for virus and tools, instructional documentation, tutorials and much more. You can act like a master hacker to customize your own program with the editors and executable file tools.
hacker tools
Categories: Backdoor, Crack tool, Disassembler, DoS tool, Document, E-mail tool, Editor, Encryption & decryption tool, Executable file tool, Icq tool, Keylogger, MISC, Packet forging, Phreak tool, Scanner, Sniffer, Snoop tool, Source code, Spoof, Virus.
Download Link:
http://hotfile.com/dl/42840431/4fdc3ec/Ultimate.Crackers.Kit.v3.2.rar.html
Baca Selengkapnya >>... Agregar a facebook

Hati-Hati, Trojan Baru Sembunyi di Windows 7

Sebuah malware trojan horse bersembunyi di fitur cek kompatibilitas di Windows 7. Malware ini muncul sebagai attachment pesan email berbentuk zip yang ditujukan untuk menawarkan "bantuan" dalam kotak Windows upgrade. Tapi "Windows 7 Upgrade Advisor Setup" ini ternyata hanya menawarkan Trojan, bukannya bertugas menjadi tool checking kompatibilitas perangkat dengan Windows 7. 

Pengguna Windows yang membuka dan menjalankan aplikasi dengan sistem yang sudah terinfeksi oleh sebuah backdoor dapat memungkinkan hacker untuk menyisipkan virus dan spyware lainnya. Para hacker di balik serangan ini dapat membuat system yang sudah terinfeksi makin parah dengan trojan lainnya, termasuk untuk afiliasi menghasilkan pendapatan yang tidak sah.
Perusahaan anti-virus BitDefender di Rumania mengidentifikasi malware tersebut sebagai Tojan-Generik-3.783.603. Tindakan utama yang harus dilakukan menghadapi serangan ini adalah isi dari pesan yang tidak diinginkan sebaiknya diabaikan dan, kedua, bahwa penulis virus selalu mencoba trik baru social engineering untuk mengelabui user. Misalnya, dua minggu yang lalu BitDefender memperingatkan adanya Trojan Windows yang masuk ke iPad ketika meng-update iTunes.
Baca Selengkapnya >>... Agregar a facebook

Sabtu, 20 Februari 2010

Malware dan cara penanggulangannya


Malware (singkatan dari istilah Bahasa Inggris: malicious software, yang berarti perangkat lunak yang mencurigakan) adalah program komputer yang diciptakan dengan maksud dan tujuan tertentu dari penciptanya dan merupakan program yang mencari kelemahan dari software. Umumnya malware diciptakan untuk membobol atau merusak suatu software atau sistem operasi melalui script yang disisipkan secara tersembunyi oleh pembuatnya.
Contoh tampilan website yang mengandung malware adalah dseperti dibawah ini ( contoh kasus dibawah untuk browser mozilla firefox ) :
Menurut versi dari stopbadware.org malware bisa juga dikatakan sebagai badware, dengan definisi yang kurang lebih sama seperti diatas.
Badware is malicious software that tracks your moves online and feeds that information back to shady marketing groups so that they can ambush you with targeted ads. If your every move online is checked by a pop-up ad, it’s highly likely that you, like 59 million Americans, have spyware or other malicious badware on your computer.(Stopbadware.org)

Stopbadware.org adalah suatu organisasi non-profit yang melawan badware/malware, misi mereka membantu pengguna internet untuk mendapatkan hasil download yang bersih. StopBadware.org juga akan membantu anda jika website anda terkena Label Badware/Malware dari google, seperti yang dikatakan dalam website mereka “kami memiliki orang di google, sehingga akan mempermudah proses pembersihan Label Badware/Malware yang di berikan Google ke pada website anda”.


Google sebagai search engine terbesar di dunia ingin memberikan hasil pencarian yang bersih dan aman kepada para pengguna internet baik itu dari sisi website maupun seo, Khusus untuk yang dari sisi website, google selain melakukan crawl dia juga melakukan scaning terhadap suatu situs apakah situs tersebut mengandung script yang termasuk kedalam kategori malware/badware atau tidak.
Apabila web tersebut mengandung script malware/badware maka google akan menampilkan informasi bahwa web tersebut terinfeksi malware/badware.
Administrator (suspect website) biasanya google akan mendapatkan email yang dikirimkan ke account :
* sangat dianjurkan untuk membuat account email seperti contoh diatas sebagai antisipasi agar bisa menerima informasi yang di kirimkan oleh google, jika website anda terkena Label Malware.

Mereka juga menginformasikan kepada masyarakat umum (pengguna search engine Google ), bahwa website tersebut mengandung Malware, dengan menampilkan informasi seperti dibawah ini :
dan jika di klik akan muncul tampilan seperti inii :

PENYEBAB MALWARE :
Salah satu proses masuknya malware/badware ke dalam website anda bisa di sebabkan oleh adanya virus di komputer anda, disaat melakukan update website (upload file php atau html ) baik itu melalui FTP atau Browser maka virus akan meng-injeksikan beberapa script malware/badware ke dalam halaman website tanpa anda sadari sebelumnya, sehingga ketika google melakukan scaning dan menemukan script malware/badware ada di website anda maka google akan langsung memberikan Label Badware/Malware dalam SERP mereka.
CARA PENANGGULANGANNYA :
Untuk mengatasi / menghilangkan Label Badware/Malware dalam SERP Google, maka anda perlu melakukan beberapa hal, diantaranya:
  1. Melakukan pembersihan script malware/badware pada script website anda
  2. Meminta review pada pihak stopbadware.org
  3. Meminta review pihak Google
 Khusus untuk poin yang ke 3. yaitu Meminta review pihak Google, caranya adalah

  • Anda harus memiliki account di google, bisa berupa account email di gmail.com.
  • Masuk ke http://google.com/webmasters/tools
  • Daftarkan website anda di google webmaster tools lalu lakukan verifikasi / verify. Anda harus membuat file html dari notepad, isinya cukup kosong saja, dan di save as semisal : googlefc91be7d5e697d70.html verifikasi tersebut masing-masing akan anda dapatkan setelah anda mendaftarkan website anda. File .html tersebut kemudian anda upload ke dalam directory website anda ( mis : public_html ) :
  • Setelah diupload kemudian ter verify silahkan masuk menu Overview dan klik link Review site
Dalam waktu 2 x 24 Jam, pihak stopbadware.org akan mereview website anda dan jika website anda memang sudah bersih dari malware/badware maka mereka akan menghubungi google, setelah itu Google akan melakukan review secara langsung. Setelah mereka menyatakan website anda benar-benar bersih maka Label Badware/Malware dalam SERP Google akan segera di hilangkan, lama proses penghapusan Label ini membutuhkan waktu 2×24 jam.

PENCEGAHAN :
Banyak para pemakai komputer telah menjadi korban virus, worm, trojan atau malware lain. Jika komputer Anda belum terinfeksi malware, berikut ini adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegahnya.

Tidak mengupload lagi file-file website yang telah terinfeksi malware
File-file yang telah terinfeksi malware, dan anda tidak melakukan permbersihan script, sebaiknya tidak di upload ulang, karena hal tersebut masih akan terdeksi virus dan website anda di blokir oleh google lagi.

Gunakan dan selalu update antivirus
Dengan adanya antivirus yang terupdate, malware baru dapat dikenali.
Semakin tahun berganti, Trojan dan variannya semakin berkembang dan semakin intens dalam penyebarannya. Karena itu sebaiknya Lengkapi PC/Laptop anda dengan update info-info terkini. Tidak perlu tahu terlalu mendetail, cukup mengenal secara general dan mengerti trend penyebaran. 

Ubah password.
Malware mungkin sudah mengetahui password anda. Sebaiknya password diubah secara berkala. Password tersebut meliputi password akun windows, password e-mail, FTP, administrator website, Cpanel dan lain-lain.

Update peranti-peranti lunak.
Update peranti lunak, apalagi sistem operasi, akan menutup celah keamanan. Celah yang tadinya bisa digunakan malware untuk masuk bisa ditutupi. Pada saat ini kebanyakan sistem operasi, juga peranti lunak lain, telah menyediakan fasilitas update secara otomatis.

Install dan aktifkan firewall.
Firewall bisa mencegah serangan beberapa malware yang mencoba menyerang komputer Anda. Saat ini juga sudah banyaksistem operasi yang telah mengikutsertakan firewall. Aktifkan saja.

Melakukan Filter atas Informasi dan Data yang di terima
Dunia Internet yang amat luas memungkinkan informasi mengalir demikian cepat. Melompati batas – batas negara dan perundangan. Tapi, tidak semua informasi dan data dapat di percaya, gunakan selalu akal sehat, rasio dan pemikiran yang matang ketika melakukan justifikasi. Kumpulkan data sebanyak mungkin lalu bandingkan seobjektif mungkin. Matangkan dan netralkan kedewasaan berpikir.

Gunakan antispyware.
Spyware merupakan turunan dari adware, yang memantau kebiasaan pengguna dalam melakukan perjalanan/penjelajahan internet dan umumnya bisa berupa virus.

Backup file.
Backup file ke media lain seperti CD, DVD atau hard disk eksternal sehingga data tak akan terganggu meskipun komputer terserang malware.

Melakukan Filter atas Informasi dan Data yang di terima
Dunia Internet yang amat luas memungkinkan informasi mengalir demikian cepat. Melompati batas – batas negara dan perundangan. Tapi, tidak semua informasi dan data dapat di percaya, gunakan selalu akal sehat, rasio dan pemikiran yang matang ketika melakukan justifikasi. Kumpulkan data sebanyak mungkin lalu bandingkan seobjektif mungkin. Matangkan dan netralkan kedewasaan berpikir.      

 Akhir kata... Semoga Bermanfaat.............
Baca Selengkapnya >>... Agregar a facebook

Jumat, 19 Februari 2010

Menyembunyikan IP dengan Hotspot Shield

Fungsi tools Hotspot Shield untuk melindungi anda dan IP anda sehingga tidak terdeteksi pada saat anda browsing, lebih utama lagi pada saat anda menggunakan wireless. Tetapi dalam hal ini karena program ini membuat VPN (virtual private network) sehingga membuat anda memungkinkan untuk membuat ID @att dan @btinternet.
download dan install program ini lalu jalankan dan koneksikan maka anda akan bisa membuat ID @att dan @btinternet dengan menggunakan tools di ID maker untuk membuat ID tersebut.
berikut ini adalah penjelasan dari pembuat tools tersebut yang saya terjemahkan dengan terjemahan google :
Web untuk melindungi keamanan Anda, privasi dan anonimitas! Get behind the SHIELD! Dapatkan di belakang SHIELD!
  • Secure web Anda sesi dengan enkripsi HTTPS.
  • Sembunyikan alamat IP Anda untuk privasi online Anda.
  • Mengakses semua konten secara pribadi tanpa sensor; bypass firewall.
  • Lindungi diri Anda dari snoopers di Wi-Fi hotspot, hotel, bandara, kantor perusahaan dan ISP hub.
  • Bekerja pada nirkabel dan koneksi kabel sama.
  • Mengamankan data & informasi pribadi di internet.

Hotspot Shield melindungi seluruh web surfing sesi; mengamankan koneksi Anda di kedua jaringan internet rumah Anda & Warung Internet jaringan (baik kabel dan nirkabel). Hotspot Shield melindungi identitas Anda dengan memastikan bahwa semua transaksi web (belanja, mengisi formulir, download) yang aman melalui HTTPS. Hotspot Shield juga membuat Anda pribadi online membuat identitas Anda tidak terlihat oleh situs web pihak ketiga dan ISP. Kecuali jika Anda memilih untuk masuk ke situs tertentu, Anda akan anonim untuk seluruh Web sesi dengan Hotspot Shield. Kita mengasihi web karena kebebasan yang menciptakan untuk mencari, mengatur, dan berkomunikasi. Hotspot Shield memungkinkan akses ke semua informasi secara online, memberikan kebebasan untuk mengakses semua konten web secara bebas dan aman. Aman seluruh web sesi dan memastikan privasi online; password, nomor kartu kredit, dan semua data anda diamankan dengan Hotspot Shield. Standar perangkat lunak antivirus melindungi komputer Anda, tapi tidak aktivitas web Anda.

Itu sebabnya AnchorFree adalah senang mempersembahkan Hotspot Shield. Aplikasi kita koneksi Internet Anda tetap aman, swasta, dan anonim.
100% Keamanan Melalui VPN

Hotspot Shield menciptakan virtual private network (VPN) antara laptop atau iPhone dan gateway Internet kita. Ini ditembus mencegah terowongan snoopers, hacker, ISP, dari melihat kegiatan browsing web Anda, pesan instan, download, informasi kartu kredit atau apa pun yang Anda kirim melalui jaringan. Hotspot Shield aplikasi keamanan gratis untuk men-download, menggunakan teknologi VPN terbaru, dan mudah untuk menginstal dan digunakan.

Download HotspotShield
Baca Selengkapnya >>... Agregar a facebook

Rabu, 02 Desember 2009

Anti-Spam Solutions and Security


1. Overview

In a recent survey, 93% of respondents reported dissatisfaction with the large volume of unsolicited email (spam) they receive. [ref 1] The problem has grown to the point where nearly 50% of the world's email is spam [ref 2], yet only a few hundred groups are responsible. [ref 3] Many anti-spam solutions have been proposed and a few have been implemented. Unfortunately, these solutions do not prevent spam as much as they interfere with every-day email communications.
The problems posed by spam have grown from simple annoyances to significant security issues. The deluge of spam costs up to an estimated $20 billion each year in lost productivity -- according to the same document, spam within a company can cost between $600 and $1,000 per year for every user.[ref 4]



 

1.1 Security issues

In addition to the wasted time spent viewing and deleting spam, spam also poses security risks including:
  • Identity theft. Phishing and scams are distributed as spam, directly leading to identity theft and fraud. According to the Anti-Phishing Working Group, phishing spam increased 52% in January. [ref 5]
  • Viruses. New viruses, worms, and malware, such as Melissa, Love Bug, and MyDoom use spam techniques to propagate after being triggered by the user.
  • Combining exploits and spam. The distinction between malicious hackers and spammers has become less obvious. Many spammers have incorporated malicious code that targets browser, HTML, and Javascript vulnerabilities. For example, on 31-December-2002 a group of hackers in Brazil sent spam containing a hostile Javascript to millions of users. People that viewed this spam from Hotmail unknowingly compromised their accounts. As another example, the recent URL display problem with Internet Explorer, where a "%01" before the hostname can be used to hide the real hostname [ref 6], was incorporated into spam within a few weeks of the public announcement.
  • Combining viruses and spam. It is widely believed that some viruses are designed to assist spammers. For example, the SoBig worm installed open proxies that were used to relay spam. As spam becomes more prevalent, the use of malware and spyware to support spam is likely to increase.
The existing and proposed anti-spam solutions attempt to mitigate the spam problem and address security needs. By correctly identifying spam, the impact from email viruses, exploits, and identity theft can be reduced. These solutions implement various types of security in an effort to thwart spam.
Current anti-spam solutions fall into four primary categories: filters, reverse lookups, challenges, and cryptography. Each of these solutions offers some relief to the spam problem, but they also have significant limitations. The first part of this two-part paper looks at filters and reverse lookup solutions. The second part focuses on the various types of challenges, such as challenge-response and computational challenges as well as cryptographic solutions. While there are many different aspects to these solutions, this paper only discusses the most common and significant concerns -- this paper is not intended to be a complete listing of implementation options, solutions, and issues.

1.2 Common terminology

  • Sender. The person or process that is responsible for generating (initiating) the email.
  • Recipient. Any email account that receives the email. This may be specified in the email as a "To:", "CC:", or "BCC:".

1.3 Filters

Filters are used by a recipient system to identify and organize spam. There are many different types of filter systems including:
  • Word lists. Simple and complex lists of words that are known to be associated with spam. For example, "viagra".
  • Black lists and White lists. These lists contain known IP addresses of spam and non-spam senders, respectively.
  • Hash-tables. These systems summarize emails into pseudo-unique values. Repeated sightings of hash values are symptomatic of a bulk mailing.
  • Artificial Intelligence and Probabilistic systems. Systems such as Bayesian networks are used to learn word frequencies and patterns that usually are associated with both spam and non-spam messages.
Filters are ranked based on their false-negative and false-positive results. A false negative indicates an actual spam message that manages to pass the filter. In contrast, a false positive indicates a non-spam email that was incorrectly classified as spam. An ideal spam filter would generate no false-positives and very few false-negatives.
These filter-based anti-spam approaches have three significant limitations:
  • Bypassing filters. Spam senders and their bulk-mailing applications are not static -- they rapidly adapt around filters. For example, to counter word lists, spam senders randomize the spelling of words ("viagra", "V1agra", "\/iaagra"). Hash-busters (sequences of random characters that differ in each email) were created for bypassing hash filters. And the currently popular Bayesian filters are being bypassed by the inclusion of random words and sentences. Most spam filters are only effective for a few weeks at best. In order to maintain the viability of anti-spam systems, filter rule sets must be constantly updated -- usually on a daily or weekly basis.
  • False-positives. The more effective a spam filter, the higher the probability of misclassifying a desirable email as spam. For example, email containing the word "viagra" (e.g., the spam text "Free viagra" or a non-spam personal email "Hey, did you see that funny viagra commercial during the superbowl?") is almost certain to be marked as spam regardless of the content. Similarly, email from Comcast's 24.8.0.0/15 subnet is blindly blocked by the SORBS blacklist because it is associated with DHCP addresses and not because the sender is associated with spam. Conversely, spam filters that generate virtually no false-positives are likely to generate a large amount of false-negatives.
  • Filter reviewing . Due to the possibility of false-positives, messages marked as spam are usually not immediately deleted. Instead, these messages are placed in "spam mailboxes" for future review. Unfortunately, this means that users still must view the spam, even if only by the subject, as they search for misclassified email. In essence, filters only assist in sorting incoming email.
More important than the limitations of spam filters is the common myth around the success of filters -- there is a widely held belief that filters stop spam. Spam filters do not stop spam. In all cases, the spam is still generated, still traverses the network, and still gets delivered. And unless the user does not mind missing the occasional misclassified desirable email, the spam is still viewed. While filters do help organize and separate email into spam and non-spam groupings, filters do not prevent spam.

1.4 Reverse lookup

Nearly all spam uses forged sender ("From:") addresses; very few spam emails use the sender's true email address. Furthermore, most forged email addresses appear to come from trusted domains. For example, in 15 months our spam archive collected 9300 emails that claimed to come from 2400 unique domains. The "yahoo.com" domain accounted for nearly 20% of sender addresses in the archive, but spam that actually came from the "yahoo.com" domain accounted for less than 1%. Similarly, "aol.com" and "hotmail.com" accounted for 5% each, and "msn.com" accounted for 3% even though spam, originating from all of these domains (cumulative), accounted for less than 1% of all spam received.
Spam senders forge email for numerous reasons.
  • Illegal. Many spam messages are scams and illegal in most countries. By forging the sender address, the spam sender can remain anonymous and prevent prosecution.
  • Undesirable. Most spam senders are aware that their messages are undesirable. By forging the sender address, they can mitigate the repercussion from sending millions of messages to millions of angry recipients.
  • ISP limitations. Most Internet service providers have contract clauses that prevent spamming. By forging the sender address, they reduce the likelihood of having their ISP cancel their network access.
By addressing the forgery problem, spam senders will lose the ability to remain anonymous. Without being able to operate anonymously, laws such as the U.S.-based CAN-SPAM Act will become enforceable for spammers operating from and in the United States.
In an effort to limit the ability to forge sender addresses, a number of proposed systems have surfaced for validating a sender's email. These systems include:
These approaches are very similar to each other and in many ways they are identical. DNS is a global network service used to match IP addresses with hostnames and vice versa. In 1986 DNS was extended to associate mail exchanger ("MX") records. [ref 7] When delivering email, a mail server determines where to pass the message based on the MX record associated with the recipient's domain name.
Similar to MX records, the reverse lookup solutions define reverse-MX records ("RMX" for RMX, "SPF" for SPF, and "DMP" for DMP) for determining whether email from a particular domain is permitted to originate from any particular IP address. The basic idea is that forged email addresses do not originate from the correct RMX (or SPF or DMP) address range and therefore can be immediately identified as forged.
While these solutions are viable in certain situations, they share some significant limitations.

1.4.1 Host-less and vanity domains

The reverse lookup approach requires email to originate from a known and trusted mail server located at a well-known IP address (the reverse-MX record). Unfortunately, the majority of domain names are not associated with static IP addresses. Omitting cyber squatters, the general case includes individuals and small companies that want to use their own domain rather than their ISP's, but cannot afford their own static IP address and mail server. DNS registration hosts, such as GoDaddy, provide free mail forwarding services to people that register host-less or vanity domains. Although these mail forwarding services can manage incoming email, they do not offer free out-going email access.
Reverse-lookup solutions cause a few problems for these host-less and vanity domain users:
  • No reverse-MX record. People sending email from a host-less or vanity domain simply configure their mail application to send email from their registered domain name. Unfortunately, a lookup of the sender's IP address will not find the sender's domain, and a lookup of the sender's domain may not find the correct reverse-MX record. The former is particularly common for mobile, dialup, and other users that frequently change IP addresses.
  • No outgoing mail. One possible solution requires relaying all outgoing email through the ISP's SMTP server. This would provide a valid reverse-MX record for sending email. Unfortunately, many ISP's do not permit relaying when the sender's domain is not the same as the ISP's domain.
In both cases, someone that uses a vanity domain, or a domain that does not have its own mail server, will be blocked by reverse-lookup systems.

1.4.2 Mobile computing

Mobile computing is a very common practice. People take their laptops to conferences, off-site meetings, and home in order to work away from the office or in a location that is convenient. Hotels, airports, and even coffee shops cater to the mobile computing crowd. Unfortunately, the reverse-lookup solution will likely prevent many mobile users from sending email.
  • Sending directly. There are two ways to send email. A user can login to a mail system using an external POP/IMAP/SMTP account, web mail or similar service, or a user can send email directly. Most companies do not permit external access to their mail services; mobile users usually configure their laptops to send email directly. Unfortunately, the problems with sending email directly are the exact same as the problems with host-less domains -- a reverse lookup of the domain will not include the sender's IP address, and a reverse lookup of the senders IP address will not reveal the domain.
  • Mail relaying. The alternative to sending directly requires all companies and domain systems to provide external mail services for their off-site and mobile users. In many situations, this is both undesirable and impractical. As an example, from a strictly network-security viewpoint, POP3 transmits usernames and passwords in plain text. Thus, any attacker sniffing the network will see valid login credentials. IMAP can be used with SSL and supports secure authentication, but not all servers support this. SMTP also supports SSL or TLS but again, many organization's servers do not support this or use only server-side certificates. Web mail over HTTPS is only as secure as the client-side certificates. Since most sites only use server-side certificates, HTTPS offer very little protection from man-in-the-middle network attacks.
While reverse-lookup solutions are viable for internal networks, these are not globally practical for external practice. Companies that wish to support host-less domains, vanity domains, and mobile or off-site users may wish to reconsider implementing reverse-lookup anti-spam technologies.

2. Summary

Spam has reached epidemic proportions and people are looking for quick fixes of any kind. Spam filters are the most successful solution to date -- filters attempt to identify spam and limit a recipient's exposure. But filters do not prevent spam any more than recording a television show with a VCR prevents TV commercials. Reverse-lookup systems attempt to address the forgery problem. While reverse lookups are viable in closed environments, such as a corporate internal network, the solutions are not general enough for worldwide acceptance.
technorati token: NTTMUW2GAMZV

Baca Selengkapnya >>... Agregar a facebook

Selasa, 01 Desember 2009

Basmi Spyware dengan Spyware Terminator


Sudah Pada tau tentang Spyware kan,,,?? kalo belum silahkan baca dulu artikel tentang spyware. Sopwer "Spyware Terminator" ini merupakan freeware alias gratisan, salah satu ke-unggulan software ini di bandingkan dengan AntiSpyware lainnya adalah tersedianya fungsi real time protection yang ter-update otomatis tanpa perlu membayar sepeser pun.

Software freware ini selain memantau serangan spyware juga dapat memantau malware lainnya, seperti keylogger, trojan horse, dan browser hijacker. selain itu program ini juga dapat mengintregasikan antivirus ClamAV sehingga software ini juga dapat mengatasi virus-virus nakal.

terdapat pula feature HIPS singkatan dari host intrusion prevention system yang jika di aktifkan, spyware terminator akan mencipatakan sebuah data base file-file executable di dalam komputer kita dan akan memperingatkan jika terdapat aplikasi yang tidak ter-catat dalam database dan mencoba menjalankan dirinya sendiri.
juga tersedia fasilitas Web Security Guard yang memonitor web broser dan mencegah spyware dan kawan-kawan menyerbu masuk dari web yang dapat di intregasikan pada Internet Explorer dan Mozilla Firefox.
Jika Kalian tertarik untuk mendownloadnya silahkan kunjungi spywareterminator.com
Baca Selengkapnya >>... Agregar a facebook

Pengertian Spyware


Spyware secara umum adalah sejenis program yg mengoleksi dan mentranfer informasi ttg seseorang dan kebiasaan browsingnya untuk keperluan iklan/promosi. Namun akhir2 ini spyware dpt digunakan untuk tujuan lain, yaitu mencuri data2 penting yg ada di komputer seseorang seperti, password, no PIN, alamat dll.
Spyware merupakan turunan dari adware, yang memantau kebiasaan pengguna dalam melakukan penjelajahan Internet untuk mendatangkan “segudang iklan” kepada pengguna. Tetapi, karena adware kurang begitu berbahaya (tidak melakukan pencurian data), spyware melakukannya dan mengirimkan hasil yang ia kumpulkan kepada pembuatnya (adware umumnya hanya mengirimkan data kepada perusahaan marketing).
Sedangkan Adware adalah istilah teknologi informasi dalam bahasa Inggris yang mengacu kepada sebuah jenis perangkat lunak mencurigakan (malicious software/malware) yang menginstalasikan dirinya sendiri tanpa sepengetahuan pengguna dan menampilkan iklan-iklan ketika pengguna berselancar di Internet.
Adware adalah salah satu jenis perangkat lunak yang bersifat “stealth” (tidak terlihat) dan seringnya terinstalasi ke dalam sistem ketika pengguna mengunduh perangkat lunak freeware atau shareware dari Internet. Ada banyak adware yang beredar di Internet, dan beberapa adware tersebut memantau kebiasaan pengguna dalam menjelajahi Internet, dan mengirimkan informasi ini kepada perusahaan marketing sehingga mereka mengirimkan iklan kepada pengguna yang bersangkutan. Beberapa perangkat lunak komersial juga mengandung komponen adware yang kadang disebutkan dalam End-User License Agreement (EULA) atau tidak. Contohnya adalah web browser Microsoft Internet Explorer 6.0 yang merangkul Alexa.com. 

Tanda2 terkena spyware:
  1. Browser membuka popup yg tidak diinginkan, atau juga popup windows. Biasanya isinya spt ini “Your computer has been infected by spyware, click OK to download xxx anti spyware” //update
  2. Homepage pada browser berubah
  3. Adanya toolbar yg tidak dikenal di browser
  4. Pada menu favorite/ bookmark muncul link2 yg mengarah ke web yg berbau porno dan judi dll
  5. Munculnya shortcut di desktop yg mengarah ke web yg berbau porno atau judi dll
  6. Penurunan kinerja komputer secara drastis
  7. Program security seperti antivirus maupun firewall terdisable
  8. Di task manager terdapat service yg tidak dikenal
  9. Tagihan telpon melonjak (yg pakai koneksi dial up)
  10. Aktivitas sent pada saat idle lebih besar upload.
Cara Mencegah
  1. Gunakan anti spyware yg real time scanner (+ yg up to date)
  2. Gunakan firewall yg mempunyai inbound dan outbound protection
  3. Gunakan browser yg aman (firefox, opera). Kalo masih ingin menggunakan internet explorer, harap disetting yg aman.
  4. Jangan mengunjungi web yg bersifat porno,judi, dsb
  5. Tiap kali menginstall program dibaca dulu eulanya. Soalnya ada beberapa program yg terang2an di eulanya nulis akan menginstall spyware bersamaan dengan program.
  6. Gunakan operating system yg selalu up to date
  7. Jgn membuka attachment email jika dari orang yg tidak dikenal.
  8. Jgn mengklik “agree” or “ok” untuk menutup window. Lebih baik klik “x” atau tekan alt + f4
  9. Backup registry, soalnya kalo terkena spyware, walaupun sudah dibersihkan, registry akan tetap kacau
Cara Mengatasi:
  1. Scan dengan antispyware
  2. Lewat task manager->process, kill service2 yg berkaitan dengan spyware. Untuk detailnya, gunakan command prompt
    ketikan “tasklist /svc” (win xp pro). Disini ditampilkan setiap program yg dijalankaan oleh sebuah service. Atau gunakan “process explorer” Download disini
  3. Hapus registry yg berkaitan dengan spyware di
    hkey_local_machine\software\microsoft\windows\curr entversion -> run,run-, dan runonce
    biasanya ga perlu, soalnya biasanya sudah dihapus oleh porgram antispywarenya.
  4. Restore backup registry
Baca Selengkapnya >>... Agregar a facebook

Kamis, 26 November 2009

Mengenal teknik pencurian dengan Email Phising


Di zaman sekarang orang sudah familiar dengan yang namanya e-mail, dari anak-anak sampai orang dewasa pun sudah tahu apa itu namanya e-mail. Karena fasilitas yang satu ini banyak sekali kegunaanya, kita bisa kirim data, kirim foto, ataupun kirim aplikasi dengan hanya hitungan detik, menit ato jam. Dan ini lebih cepat dari pada kita memakai jasa travel.
Tapi di sisi lain e-mail juga bisa membuat kita kehilangan apa yang kita punya, dalam hal ini biasanya adalah uang. Dalam kesempatan ini kita akan membicarakan masalah yang kaitannya dengan e-mail. Masalah yang akan kita bahas adalah tentang E-mail Phising.
Sebelumnya kita harus mengerti apakah itu yang namanya e-mail phising itu?
Phising merupakan teknik licik yang digunakan oleh pencuri  (cracker / hacker jahat) untuk menipu pengguna internet dengan cara mencuri informasi penting, biasanya hal ini berkenaan dengan informasi keuangan (nomor rekening dan kartu kredit) dan informasi login (ID dan password).

Biasanya sasaran para penjahat ini adalah, orang yang bertransaksi secara online melalui website perbankan. Dengan cara mereka membuat e-mail palsu yang sangat mirip sekali dengan e-mail resmi dari institusi keuangan. Biasanya isi pesan dari e-mail palsu ini sangat meyakinkan sekali, karena sangat mirip sekali dengan e-mail yang resmi. Sehingga orang yang tidak tahu pasti akan mengunjungi website tersebut.
Dan user yang sudah login ke website tersebut, pastinya akan mulai mengisikan formulir informasi tentang data pribadinya dan keuangannya. Maka informasi yang sudah tertulis tersebut sudah mulai masuk ke database penjahat atau hacker tersebut, dengan demikian para penjahat tersebut dengan sangat leluasa memindahkan data-data atau isi rekening tersebut ke rekening si penjahat tersebut. Biasanya orang yang sudah tertipu tersebut baru menyadarinya saat dirinya mendapatkan atau menerima surat pernyataan dari bank atau penerbit kartu kreditnya tersebut.
Sebaiknya untuk menghindari penipuan terhadap e-mail phising ini, kita harus mengerti beberapa tips agar kita tidak tertipu. Berikut ada beberapa tips dari kami, semoga tips tersebut dapat membantu anda.
  1. Jangan langsung membalas e-mail yang berasal dari insitusi keuangan, sebelum itu coba hubungi dulu pihak bank anda untuk memastikan kebenaran e-mail tersebut.
  2. Perhatikan kesalahan ketik atau tata bahasa yang kurang tepat pada pesan e-mail yang telah dikirimkan.
  3. Cermati simbol @ pada alamat website yang tertera pada pesan e-mail. Bisa jadi alamat website tersebut bertuliskan: www.citibank.com@www.hackersite.com. Browser tidak akan memproses semua tulisan sebelum simbol “@”. Jadi, pencuri bisa saja meletakkan alamat website pribadinya setelah simbol “@”. Website tersebutlah yang akan anda kunjungi, untuk itu sebaiknya selalu perhatikan alamat website yang tertera pada link.
  4. Biasanya beberapa karakter dalam alamat website bank bisa diganti dengan karakter yang hampir sama. Sebagai contoh, situs Asli milik Bank BCA yaitu www.klikbca.com disamarkan menjadi  www.klickbca.com. Sekilas memang terlihat sama. Tetapi jika anda tidak menyadari perbedaan ini akan sangat Fatal akibatnya.
  5. Saat website bank ditampilkan, perhatikan icon gembok yang berda di bagian bawah browser Website. Jika ada, berarti website tersebut aman. Jika icon gembok tidak ada, segera tutup browser tersebut.
Semoga Bermanfaat..... 
    Baca Selengkapnya >>... Agregar a facebook
     

    Recent Comment

    Pengikut